Brain Rot Digital: Pengaruh Teknologi Kecerdasan Buatan dan Media Sosial terhadap Pola Komunikasi Generasi Muda
Brain Rot Digital: Pengaruh Teknologi AI & Medsos
DOI:
https://doi.org/10.46491/Keywords:
Brain Rot, Artificial Intelligence, Young Generation, Digital LiteracyAbstract
Penelitian ini mengkaji fenomena brain rot digital yakni degradasi kapasitas kognitif dan komunikatif yang dipicu oleh konsumsi konten berbasis kecerdasan buatan (AI) dan media sosial secara berlebihan di kalangan mahasiswa Indonesia. Melalui pendekatan survei kuantitatif terhadap tiga ratus mahasiswa dari tiga universitas berbeda di Indonesia, yaitu Universitas Sumatera Utara, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung, penelitian ini mengeksplorasi sejauh mana pola konsumsi konten digital memengaruhi kemampuan konsentrasi, kedalaman berpikir kritis, dan kualitas interaksi antarpersonal. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa durasi penggunaan media sosial dan tingkat ketergantungan terhadap konten berformat pendek yang dihasilkan algoritma AI memiliki korelasi negatif yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi verbal mendalam, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,673. Lebih lanjut, sebesar delapan puluh dua persen responden melaporkan penurunan kemampuan mempertahankan perhatian pada percakapan tatap muka, sementara tujuh puluh enam persen mengakui ketergantungan mereka pada platform berbasis AI dalam proses pembentukan opini dan pengambilan keputusan sehari-hari. Temuan ini menegaskan urgensi rekonstruksi kebijakan literasi digital di lingkungan perguruan tinggi dan perlunya intervensi kurikuler yang berorientasi pada pemulihan kapasitas reflektif dan komunikatif mahasiswa di era hiperkonektivitas digital
